Get this widget!

Motivasi Dalam Kehidupan

Jika Ada Kemauan, Disitu Ada Jalan

Selasa, 30 Oktober 2012

Makalah Periklanan dan Etika Dalam Bisnis


Masalah Periklanan dan Etika dalam Bisnis
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pemasaran merupakan salah satu urat nadi dalam proses bisnis. Segala macam produksi, output dengan hasil terbaik pun tidak akan optimal diserap oleh konsumen jika tidak melakukan kegiatan pemasaran atau memiliki pemasaran yang bagus. Berbagai macam cara dapat dilakukan dalam memasarkan suatu produk sehingga sampai di tangan konsumen. Salah satu yang memiliki peranan penting saat ini adalah penggunaan iklan. Iklan atau periklanan merupakan bagian tak terpisahkan dari bisnis modern. Iklan dianggap sebagai metode yang ampuh untuk menyebarluaskan informasi kepada khalayak mengenai suatu produk yang dihasilkan dalam bisnis.
Aneka ragam iklan mulai dari yang ditayangkan secara tradisional melalui media-media cetak maupun melalui media yang lebih modern seperti radio, televisi dan internet. Kesemuanya itu sedikit banyak telah meningkatkan penjualan dari produk yang telah ditawarkan oleh suatu unit usaha. Dibalik keberhasilan iklan dalam mendongkrak penjualan produk dalam bisnis, terselip beberapa permasalahan yang bermuara pada persoalan etika. Etika yang dimaksud disini adalah dari content serta visualisasi iklan tersebut yang dianggap sebagai pembodohan serta penipuan terhadap konsumen.
B. MASALAH
Beberapa permasalahan terkait dengan iklan dan etika dalam berbisnis dapat penulis ungkapkan beberapa permasalahan sebagai berikut :
 Iklan yang ditampilkan tidak mendidik
 Iklan yang ditampilkan cenderung menyerang produk lain
BAB II
ANALISA
A. LANDASAN TEORI
Beberapa landasan teori yang digunakan oleh penulis dalam menulis makalah ini adalah sebagai berikut :
Menurut Phillip Kotler (1997), Pemasaran adalah :
“Suatu proses sosial dan manajerial yang mana di dalamnya terdapat individu dan kelompok untuk mendapatkan apa saja yang mereka inginkan dan butuhkan dengan cara menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain”.
Iklan adalah pemberitahuan kepada khalayak mengenai barang atau jasa yang dijual, dipasang di dalam media massa (surat kabar atau majalah) atau ditempat umum. (Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka : 2000)
Etika Bisnis adalah penerapan prinsip-prinsip etika yang umum pada suatu wilayah prilaku manusia yang khusus, yaitu kegiatan ekonomi dan bisnis.
Pemasaran adalah proses sosial yang memberikan kepada individu dan kelompok apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan dan mempertukarkan produk-produk dan nilai dengan individu dan kelompok lainnya. (Philip Kotler)
Secara sederhana pemasaran dapat diartikan sebagai pelaksanaan kegiatan perusahaan yang menyarankan atau mengendalikan arus barang dan jasa dari produsen ke konsumen atau pemakai.

B. PEMBAHASAN
Dunia periklanan memang merupakan dunia glamour dalam bisnis modern saat ini, selain sebagai alat promosi kepada konsumen, iklan merupakan salah satu alat komunikasi interaktif antara konsumen dan produsen. Iklan-iklan yang tayangkan secara massal dan intensif kepada masyarakat pada umumnya tidak mendidik, selain itu periklanan memamerkan suatu suasana hedonis dan meterialistis yang pada akhirnya menumbuhkan ideologi konsumerisme. Etika
bisnis merupakan penjabaran etika dalam artian seseorang/individu atau kelompok organisasi bertindak secara benar sesuai dengan moral yang dimilikinya.
Penayangan suatu iklan pada ruang publik seharusnya menyandarkan diri pada prinsip utama serta fungsi utama sebuah iklan. Tentunya kita telah mafhum bahwa iklan berfungsi sebagai alat informatif dan persuasif. Iklan yang sesuai dengan etika binis adalah iklan yang penyampaiannya kepada masyarakat sesuai dengan kebenaran, artinya apa-apa yang diinformasikan melalui iklan tersebut memang pada kenyataannya adalah benar. Jika suatu produk memiliki kelemahan-kelemahan tertentu, namun dalam pengiklanan kepada masyarakat di manipulasi sehinga seolah terlihat sempurna, maka jenis iklan seperti ini adalah iklan yang tidak etis.
Selain itu, manipulasi dalam periklanan juga merupakan hal yang cukup merugikan bagi konsumen. Manipulasi disini diartikan sebagi tindakan yang dilakukan oleh si pengiklan terhadap si konsumen untuk membeli produk yang dihasilkan tanpa si konsumen itu hendak membelinya. Contoh riil pada kasus ini adalah apa yang dinamakan subliminal advertising. Subliminal advertising adalah teknik periklanan yang secara sekilas menyampaikan suatu pesan dengan begitu cepat, sehingga tidak dipersepsikan dengan sadar, tapi tinggal dibawah ambang kesadaran. Teknik ini dipakai dibidang visual maupun audio.
Dalam dunia visual, suatu pesan dimasukkan sebentar saja dalam film, sehingga penonton tidak melihatnya dengan sadar pada layar, namun demikian pesan tersebut akan diingat oleh penonton. Subliminal advertise yang lain adalah mempengaruhi konsumen melalui iklan dengan memanfaatkan faktor-faktor psikologis seperti status, gengsi, seks dan lainnya. Kedua jenis advertise subliminal tersebut secara etis telah mempengaruhi keindependenan konsumen, walau tidak dipungkiri bahwa fungsi sebuah iklan adalah untuk mengajak sebanyak mungkin konsumen untuk membeli suatu produk.
Beberapa permasalahan yang telah disebutkan dimuka terkait periklanan oleh dunia bisnis yang bersinggungan dengan nilai-nilai dan etika, dapat kita perinci sebagai berikut :
 Iklan yang ditampilkan tidak mendidik
Dari sisi content, suatu iklan terkadang malah sering menampilkan sisi-sisi yang sama sekali tidak mendidik terhadap konsumen, taruhlah iklan tersebut secara isi adalah benar, namun dalam visualisasi terhadap konsumen dapat tidak mendidik. Kita dapat
melihat beberapa tayangan iklan ditelevisi seperti iklan mobil kijang yang menggunakan anak-anak sebagai model, sekilas penulis tangkap sebagai didikan kepada anak untuk bergaya hidup konsumeris.
Iklan-iklan yang tidak logis seperti seorang anak dapat tumbuh besar serta pintar karena mengkonsumsi produk-produk tertentu dan sebagainya. Belum, lagi iklan-iklan yang menonjolkan kekerasan serta sensualitas dalam penayangannya, secara etis iklan-iklan seperti ini tidak layak untuk ditampilkan. Jika boleh penulis merekomendasikan iklan “internet masuk desa” sera “telepon masuk desa” sebagai contoh iklan yang mendidik baik secara content maupun visualisasi terhadap masyarakat.
 Iklan yang ditampilkan cenderung menyerang produk lain
Selain beberapa iklan yang kurang atau bahkan tidak mendidik, terdapat pula seberapa iklam yang dalam pengiklanannya saling menjatuhkan produk yang lain, tentunya ini secara etis merupakan suatu bentuk persaingan yang tidak dibenarkan, karena tindakan tersebut merugikan pihak lain.
Seperti contohnya, iklan provider kartu as menyidir kartu xl dengan menyerang Awalnya Sule digunakan sebagai model dalam iklan XL. Dipasangkan dengan Baim dan Putri Titian. Dalam iklan tersebut, ketika Baim ditanya oleh Sule apakah dia ganteng? Lalu Baim menjawab bahwa Sule jelek. Menurut saya, tidak seharusnya ada dialog seperti itu. Karena sama saja mengajarkan untuk menghina orang lain. Padahal maksud dalam iklan itu, anak kecil tidak pernah berbohong jika ditanya.
Mungkin maksud XL disini ingin mencerminkan kejujuran. Sama seperti tarif yang ditawarkan XL yang jujur murahnya. Belum lama Sule menjadi icon dari provider XL, provider AS membuat “perang” semakin meruncing dengan menggunakan Sule sebagai icon providernya. Tentu saja dalam iklan yang dibuat menggunakan Sule, provider AS menyindir provider XL. Dengan kata-kata dalam iklannya, “saya kapok dibohongi anak kecil”. Menurut kelompok kita, tidak sepantasnya berkata seperti itu. Karena kita tahu, anak kecil tidak pernah berbohong. Karena mereka masih polos. Mungkin provider AS ingin agar konsumen men-cap provider XL sebagai pembohong, dalam arti tarif yang ditawarkan tidak sesuai dengan kenyataannya. Sehingga konsumen akan beralih pada provider AS.


BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Berdasarkan uraian mengenai masalah periklanan dan etika bisnis, dapat penulis kemukakan bebreapa kesimpulan yakni :
1. pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang mana di dalamnya terdapat individu dan kelompok untuk mendapatkan apa saja yang mereka inginkan dan butuhkan dengan cara menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain
2. Iklan adalah pemberitahuan kepada khalayak mengenai barang atau jasa yang dijual, dipasang di dalam media massa (surat kabar atau majalah) atau ditempat umum.
3. Etika Bisnis adalah penerapan prinsip-prinsip etika yang umum pada suatu wilayah prilaku manusia yang khusus, yaitu kegiatan ekonomi dan bisnis
4. di Indonesia khususnya terdapat permasalahan-permasalahan dalam dunia periklanan terutama menyangkut iklan yang tidak mendidik, iklan yang cenderung menjelek-jelekan produk lain.

B. SARAN
Berdasarkan uraian mengenai periklanan dan etika bisnis dapat penulis kemukakan beberapa saran antara lain sebagai berikut :
1. Sebaiknya pemerintah menerapkan peraturan atau perundangan yang secara tegas mengatur segala yang berkaitan dengan etika dan periklanan
2. Produsen seharusnya tidak hanya memikirkan untuk mendapat keuntungan yang maksimal tanpa melihat dari kepentingan produsen untuk mendapatkan sesuatu yang lebih dari sekedar produk yang diiklankan.
3. Pemerintah serta masyarakat berperan aktif dalam menyaring serta sebagai kontrol sosial bagi pengiklanan produk-produk yang telah keluar dari jalur etika.


DAFTAR PUSTAKA
Bertens. K, Pengantar Etika Bisnis, Kanisius, Jakarta, 2000
Zimmerrer, Pengantar Kewirausahaan dan Manajemen Bisnis Kecil, PT. Indeks Jakarta, 1986
Kompas Cyber Media, online diakses 2 oktober 2011 (http://www.kompas.com)

0 komentar:

Poskan Komentar